Sabtu, 21 Desember 2013

DARAH JUANG


DARAH JUANG
oleh : Yuli Supriatin

Pada baju coklat yang aku pakai menandakan pramuka berani. 
Pada baju orane biruku pakai menandakan semangat bangga ber-Indonesia
Pada baju biru boardingku pakai pertanda akulah siswi Boarding School "Mbangun Desa"
Pada baju lorekku pakai pula bertanda di setiap darah yang mengalir adalah jiwa Pancasila
Pada baju hutanku pertanda akulah anak desa yang akan memimpin desa untuk hutan tercinta


            Disini negeri kami tempat padi terhampar ,samuderanya kayaraya tanah kami subur tuhan, di negeri permai ini berjuta rakyat bersimbah luka, anak kurus tak sekolah pemuda desa tak kerja, mereka di rampas haknya tergusur dan lapar, bunda relakan darah juang kami padamu kami berjanji, mereka dirampas haknya tergusur dan lapar, bunda relakan darah juang kami padamu padamu kami mengabdi.
Berawal dari semangat pagi yang kami sambut bersama di asrama tercinta kampus Boarding School "Mbangun Desa" . jam menunjuk pukul 08.00 seluruh peserta didik dan tutor menuju ke pendopo Bupati Banyumas pastinya depan alun-alun Purwokerto peresmian tim long murch Purwokerto-Jakarta dilepas oleh bapak Bupati Banyumas Bapak.H.Husain disaksikan bersama CSR BRI pusat diantaranya Bu.Lisco dan kawan-kawan tepat pukul 08.45 aku dan kawanku melangkahkan kaki kami menelusuri jalan untuk membulatkan tujuan kami berikrar di istana negara pada hari sumpah pemuda Bapak.Sudrajat tanggal 28 Oktober nanti. Mungkin  sebagian orang beranggapan bahwa “GILA YAH TU ORANG KE JAKARTA KOK JALAN KAKI ” namun hal ini tak menyurutkan niatan ku untuk menghentikan langkah kaki ini sumpah atau ikrar yang nantinya akan kami suarakan memuat 7 poin penting yaitu 3 poin isi dari sumpah pemuda dan 4 poin kalimat seruan dari anak anak desa yang ingin bangkit dari kebodohan kemiskinan dan ketertinggalan yaitu: beridiologi satu idiologi pancasila,bersemangat satu semangat kita bisa,bertekad satu tekat membangun desa, berbangga satu bangga berIndonesia itulah seruan seruan anak anak desa yang ingin di perhtikan oleh masyarakat pada umumnya dan pemerintahan Indonesia pada khususnya.long murch pun tidak menutup kemungkinan kami sebagai pelajar berhenti belajar namun dalam kegiatan ini juga termasuk bagian dari proses belajar karena di setiap kami menginjakan kaki dan melangkah di situlah kami akan belajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal yunieek yang aku rasakan dalam setiap perjalanan yaitu ketika menemui kantor-kantor BRI di setiap jalan kami harus meminta ijin bertemu dengan pimpinan BRI setempat dan menceritakan kegiatan yang sedang kami lakukan di teruskan dengan wawancara dengan durasi waktu paling lama 15 menit. MENGAPA hal ini kami LAKUKAN ..????jawab ku: karena sponsor dan sport paling besar tidak lain dari BRI peduli alhasil ternyata BRI dulu lahir di kota satria ini yaitu kota Purwokerto dan dalam kegiatan ini pun akan melahirkan kembali sosok pemimpin bangsa yang berani melangkahkan kaki ke daerah ibu kota bangsa tercinta.1minggu telah kami lewati Jumat,11 Oktober 2013 kami menginap di kos rumah ibu Hj.Endes Desa Cijoho,Kec.Kuningan,Kab.Kuningan sungguh terjadi hal mistis disini!!! Meneurut cerita ada makhluk ghoib yang menunggui rumah kos ini dan ternyata benar aku menyaksikan sendiri ada sosok makhluk yang berbeda dengan manusia yang lain halnya adalah makhluk ciptaan Alloh lainnya sungguh pembelajaran yang besar menerutku karena mememang kuasa allohlah yang ter besar dan teragung, cerita lanjutnya hari ke 12 aku dan kawan-kawan menginap di sekertariat PP cirebon disini aku belajar learning to do dan learning to now ceritanya aku di ajak mz.ivan anggota PP Cirebon membeli tongseng namun aku merasa heran karena dari proses pembelian daging sampai memotong kecil bentuk dadu,dan menggorengnya kami lakukan sendiri sungguh hal yang baru aku lakukan semasa aku membeli makanan eh,,ternyata malah aku melayani sendiri,, seru asiik dan sngat takjub aku mengenal tradisi seperti ini.. cerita singkat 17 hari telah aku dan kawan-kawan jalani berjalan kaki menuju ibukota ini dan akhirnya pukul 21.39 dini hari kami sampai di lokasi finish yaitu gedung manggala wana bakti Jakarta Pusat tepat kami menghentikan langkah kecil kami sembari bersorak asiikkkkk....horeeeeee... kami sampai dan kami bisa melakukan ini dan sorakan ini belum menjadikan kami puas karena orang yang ingin sukses adalah orang yang akan melakukan hal baru,, kegiatan kami yang telah terjadwal setelah di ibukotaakan kami lakukan pada tanggal 23 -28 nanti sembari menunggu kloter ke 2 sampai di Jakarta.esok haripun datang dan kami bersorak gembira lagi karena kami bertemu dengan teman kami yang ada di kloter ke 2 yang menyusul kami awal kegiatan kami lakukan dikementrian kehutanan, kantor pusat BRI,kemendikbud,kemenag,huma  dan kunjungan ke monas,sampai di penghujung puncak tanggal 28 oktober kami menyeru ikrar yang kami suarakan di samping jalan depan istana kemerdekaan karena kami belum di ijinkan untuk bertemu dengan presiden yang awalnya menjadi mimpi kami untuk bertemu dan berikrar didepan pak presiden,,tapi lagi lagi ka i tak pantang semangat kerena mungkin pak presiden beleum berkesempatan bertemu kami he ; he;

Malam harinya aku dan kawan kawan semua berkesempatan merayakan dirgahayu pemuda pancasila yang ke 54 di Pekan Raya Jakarta yang di hadiri oleh  PP dan sapma se Indonesia ,, sungguh merasa bangga juga karena kami mendapat piagam dan perakat dari PP Pusat bahwa kami telah berani melakukan hal yang belum tentu orang lain bisa melakukan dan kamilah yang akan membangkitkan sapma PP Indonesia kembali dari fakum kemaren karena kami juga termasuk anggota dari sapma Banyumas .sungguh indah bahagia dan terasa menakjubkan aku dan kawan-kawan bisa melakukan perjalanan jauh kurang lebih menempuh jarak450 km dengan jalan kaki. Terlintas dalam fikirku ternyata kita hebat kita bisa dan aku yankin yang membaca cerita ini juga orang-orang yang hebat pula. Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang mendukung dalam kegiatan ini terutama dan yang paling utama sekolah Boarding School Mbangun Desa, BRI Peduli, PP dan Sapma Banyumas, Perum Perhutani BKPH dan Kph yang kami lewati di setiap jalan dan masih banyak yang tidak bisa aku sebutkn satu persatu .dan inilah aku inilah ceritaku dengan sederhana dan apa adanya  dengan cerita perjalannku pada saat Long March kemaren semoga kalian senang membacanya dan bagi pembaca kalian juga pasti bisa ko seperti aku dan kawan kawan yang lain Yuli aja bisa kenapa kalian tidak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar