DARAH
JUANG
oleh : Yuli Supriatin
Pada baju coklat yang aku pakai menandakan pramuka berani.
Pada baju orane biruku pakai
menandakan semangat bangga ber-Indonesia
Pada baju biru boardingku pakai pertanda akulah siswi Boarding School "Mbangun Desa"
Pada baju lorekku pakai pula bertanda di setiap darah yang mengalir adalah jiwa Pancasila
Pada baju hutanku pertanda akulah anak desa yang akan memimpin desa untuk hutan tercinta
Pada baju biru boardingku pakai pertanda akulah siswi Boarding School "Mbangun Desa"
Pada baju lorekku pakai pula bertanda di setiap darah yang mengalir adalah jiwa Pancasila
Pada baju hutanku pertanda akulah anak desa yang akan memimpin desa untuk hutan tercinta
Disini negeri kami tempat padi
terhampar ,samuderanya kayaraya tanah kami subur tuhan, di negeri permai ini berjuta
rakyat bersimbah luka, anak kurus tak sekolah pemuda desa tak kerja, mereka di
rampas haknya tergusur dan lapar, bunda relakan darah juang kami padamu kami
berjanji, mereka dirampas haknya tergusur dan lapar, bunda relakan darah juang
kami padamu padamu kami mengabdi.
Berawal
dari semangat pagi yang kami sambut bersama di asrama tercinta kampus Boarding
School "Mbangun Desa" . jam menunjuk pukul 08.00 seluruh peserta
didik dan tutor menuju ke pendopo Bupati Banyumas pastinya depan alun-alun Purwokerto
peresmian tim long murch Purwokerto-Jakarta dilepas oleh bapak Bupati Banyumas Bapak.H.Husain
disaksikan bersama CSR BRI pusat diantaranya Bu.Lisco dan kawan-kawan tepat
pukul 08.45 aku dan kawanku melangkahkan kaki kami menelusuri jalan untuk
membulatkan tujuan kami berikrar di istana negara pada hari sumpah pemuda Bapak.Sudrajat
tanggal 28 Oktober nanti. Mungkin sebagian
orang beranggapan bahwa “GILA YAH TU ORANG KE JAKARTA KOK JALAN KAKI ” namun
hal ini tak menyurutkan niatan ku untuk menghentikan langkah kaki ini sumpah
atau ikrar yang nantinya akan kami suarakan memuat 7 poin penting yaitu 3 poin
isi dari sumpah pemuda dan 4 poin kalimat seruan dari anak anak desa yang ingin
bangkit dari kebodohan kemiskinan dan ketertinggalan yaitu: beridiologi satu
idiologi pancasila,bersemangat satu semangat kita bisa,bertekad satu tekat
membangun desa, berbangga satu bangga berIndonesia itulah seruan seruan anak
anak desa yang ingin di perhtikan oleh masyarakat pada umumnya dan pemerintahan
Indonesia pada khususnya.long murch pun tidak menutup kemungkinan kami sebagai
pelajar berhenti belajar namun dalam kegiatan ini juga termasuk bagian dari
proses belajar karena di setiap kami menginjakan kaki dan melangkah di situlah
kami akan belajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal yunieek yang
aku rasakan dalam setiap perjalanan yaitu ketika menemui kantor-kantor BRI di
setiap jalan kami harus meminta ijin bertemu dengan pimpinan BRI setempat dan
menceritakan kegiatan yang sedang kami lakukan di teruskan dengan wawancara
dengan durasi waktu paling lama 15 menit. MENGAPA hal ini kami LAKUKAN ..????jawab
ku: karena sponsor dan sport paling besar tidak lain dari BRI peduli alhasil
ternyata BRI dulu lahir di kota satria ini yaitu kota Purwokerto dan dalam
kegiatan ini pun akan melahirkan kembali sosok pemimpin bangsa yang berani
melangkahkan kaki ke daerah ibu kota bangsa tercinta.1minggu telah kami lewati Jumat,11
Oktober 2013 kami menginap di kos rumah ibu Hj.Endes Desa
Cijoho,Kec.Kuningan,Kab.Kuningan sungguh terjadi hal mistis disini!!! Meneurut
cerita ada makhluk ghoib yang menunggui rumah kos ini dan ternyata benar aku
menyaksikan sendiri ada sosok makhluk yang berbeda dengan manusia yang lain
halnya adalah makhluk ciptaan Alloh lainnya sungguh pembelajaran yang besar
menerutku karena mememang kuasa allohlah yang ter besar dan teragung, cerita
lanjutnya hari ke 12 aku dan kawan-kawan menginap di sekertariat PP cirebon
disini aku belajar learning to do dan learning to now ceritanya aku di ajak
mz.ivan anggota PP Cirebon membeli tongseng namun aku merasa heran karena dari
proses pembelian daging sampai memotong kecil bentuk dadu,dan menggorengnya
kami lakukan sendiri sungguh hal yang baru aku lakukan semasa aku membeli
makanan eh,,ternyata malah aku melayani sendiri,, seru asiik dan sngat takjub
aku mengenal tradisi seperti ini.. cerita singkat 17 hari telah aku dan
kawan-kawan jalani berjalan kaki menuju ibukota ini dan akhirnya pukul 21.39
dini hari kami sampai di lokasi finish yaitu gedung manggala wana bakti Jakarta
Pusat tepat kami menghentikan langkah kecil kami sembari bersorak
asiikkkkk....horeeeeee... kami sampai dan kami bisa melakukan ini dan sorakan
ini belum menjadikan kami puas karena orang yang ingin sukses adalah orang yang
akan melakukan hal baru,, kegiatan kami yang telah terjadwal setelah di ibukotaakan
kami lakukan pada tanggal 23 -28 nanti sembari menunggu kloter ke 2 sampai di Jakarta.esok
haripun datang dan kami bersorak gembira lagi karena kami bertemu dengan teman
kami yang ada di kloter ke 2 yang menyusul kami awal kegiatan kami lakukan dikementrian
kehutanan, kantor pusat BRI,kemendikbud,kemenag,huma dan kunjungan ke monas,sampai di penghujung
puncak tanggal 28 oktober kami menyeru ikrar yang kami suarakan di samping
jalan depan istana kemerdekaan karena kami belum di ijinkan untuk bertemu
dengan presiden yang awalnya menjadi mimpi kami untuk bertemu dan berikrar
didepan pak presiden,,tapi lagi lagi ka i tak pantang semangat kerena mungkin
pak presiden beleum berkesempatan bertemu kami he ; he;
Malam
harinya aku dan kawan kawan semua berkesempatan merayakan dirgahayu pemuda
pancasila yang ke 54 di Pekan Raya Jakarta yang di hadiri oleh PP dan sapma se Indonesia ,, sungguh merasa
bangga juga karena kami mendapat piagam dan perakat dari PP Pusat bahwa kami
telah berani melakukan hal yang belum tentu orang lain bisa melakukan dan
kamilah yang akan membangkitkan sapma PP Indonesia kembali dari fakum kemaren
karena kami juga termasuk anggota dari sapma Banyumas .sungguh indah bahagia
dan terasa menakjubkan aku dan kawan-kawan bisa melakukan perjalanan jauh
kurang lebih menempuh jarak450 km dengan jalan kaki. Terlintas dalam fikirku
ternyata kita hebat kita bisa dan aku yankin yang membaca cerita ini juga
orang-orang yang hebat pula. Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang
mendukung dalam kegiatan ini terutama dan yang paling utama sekolah Boarding School
Mbangun Desa, BRI Peduli, PP dan Sapma Banyumas, Perum Perhutani BKPH dan Kph yang
kami lewati di setiap jalan dan masih banyak yang tidak bisa aku sebutkn satu
persatu .dan inilah aku inilah ceritaku dengan sederhana dan apa adanya dengan cerita perjalannku pada saat Long March
kemaren semoga kalian senang membacanya dan bagi pembaca kalian juga pasti bisa
ko seperti aku dan kawan kawan yang lain Yuli aja bisa kenapa kalian tidak!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar